Saturday, November 21, 2015

Pemuda dan Sosialisasi oleh Rizka AF

ILMU SOSIAL DASAR
PEMUDA DAN SOSIALISASI”
Dosen : Sri Hermawati, SE, MM
OLEH        : RIZKA AULIA FAZRI
NPM           : 56415122
KELAS      : 1IA08

Fakultas Teknik Industri
Universitas Gunadarma
2015




Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tentang Pemuda dan Sosialisasi.

    Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai sumber sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
   
    Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik.
   
    Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Pemuda dan Sosialisasi ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   
                                                                                      Depok, 21 November 2015
   
                                                                                              Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu selalu melekat dan menjadi suatu hal yang sangat erat kaitannya antara pemuda dengan generasi penerus. Ini dapat diartikan bahwa pemuda mempunyai tugas atau kewajiban untuk meneruskan apa yang telah generasi sebelumnya jalankan. Di dalam masyarakat pemuda dianggap memiliki potensi untuk meneruskan cita-cita tujuan bangsa dan Negara. Pemuda dijadikan sebagai harapan bangsa untuk mewujudkan masa depan bangsa yang indah.
Proses kehudipan yang dialami oleh para pemuda Indonesia setiap harinya baik di lingkungan keluarga, tempat mencari ilmu, maupun di lingkungan masyarakat dapat membawa pengaruh yang besar dalam membina sikap untuk dapat hidup dan berpartisipasi di masyarakat atau biasa disebut sosialisasi. Sosialisasi ini berlangsung semenjak seseorang lahir dan tinggal di dunia.
Karena proses sosialisasi berlangsung sejak seseorang dilahirkan ke bumi, maka kemampuan atau sikap sosialisasi antara pemuda yang satu dengan pemuda yang lain tentu saja berbeda.dilihat dari konteks yang berbeda, tergantung dari bagaimana pemuda itu mendapatkan pendidikan, pengajaran dari keluarga, lingkungan tempat mencari ilmu, dan lingkungan dimana ia tinggal.
Pemuda masih membutuhkan pembinaan dan pengarahan akan apa yang harus dan akan ia lakukan. Maka dari itu pentinglah pemuda mendapatkan asupan nilai pendidikan dan sosialisasi yang cukup dan layak. Seperti yang kita ketahui bahwa pemuda dikaitkan dengan generasi penerus bangsa, maka pemuda itu haruslah memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi dan baik agar mampu mewujudkan cita-cita dan harapan bangsa dan Negara untuk kedepannya.
Jadi jelaslah sekarang betapa pentingnya proses sosialisasi pada diri seorang pemuda untuk dapat membangun karakter diri pemuda dan pemuda diharapkan mampu membangun hal yang lebih setelah membangun karakter dirinya sendiri. Peran pendidikan baik formal dan non-formal sangat dibutuhkan dalam hal proses sosialisasi ini.



1.2.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian pemuda?
2.      Apa pengertian sosialisasi?
3.      Apa tujuan sosialisasi pemuda?
4.      Bagaimana proses sosialisasi pemuda?

1.3. TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui pengertian pemuda
2.      Untuk mengetahui pengertian sosialisasi
3.      Untuk mengetahui tujuan sosialisasi pemuda
4.      Untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi pemuda

1.4. MANFAAT PENULISAN
            Bagi Dosen dan Pembaca bisa dijadikan sebagai acuan dan sumbangsih dalam mengajar terutama pada materi ini agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang.
Bagi Mahasiswa bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri

1.5. METODE PENULISAN
            Penulis menggunakan metode tinjauan pustaka dengan melihat dan mencari sumber melalui sumber bacaan (internet).




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pemuda
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a.    Kemurnian idealismenya
b.    Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c.    Semangat pengabdiannya
d.    Sepontanitas dan dinamikanya
e.    Inovasi dan kereativitasnya
f.     Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g.    Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h.    Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.
Sebagaimana sebuah pepatah bahasa Arab, ‘Kebangkitan sebuah bangsa terletak pada telapak tangan para pemuda-pemudanya’.

2.2. SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
a.  Charlotte Buhler
 Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
b.  Peter Berger
 Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

c.  Paul B. Horton
 Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
d.  Soerjono Soekanto
 Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.



2.3. TUJUAN SOSIALISASI
Tujuan Pokok Sosialisasi Pemuda
a.    Setiap pemuda harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
b.    Setiap pemuda harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
c.      Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d.    Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
Oleh karena banyaknya hal-hal tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi pemuda ini, diperlukan dan dibutuhkan adanya pengajaran juga bimbingan sosislisasi pemuda bagi para pemuda.


2.4    PROSES SOSIALISASI PEMUDA
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua fakor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Bagaimana cara seorang yang satu dengan yang lain menghadapi, berpartisipasi, dan turut serta dalam kegiatan masyarakat dimana ia berada dan tinggal. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya juga mampu bersosialisasi dengan baik.
Menurut George Herbert Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap sebagai berikut.
Ø  Tahap persiapan (Preparatory Stage)
 Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri.
Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: Kata “makan” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata “makan” tersebut dengan cara menghubungkannya dengan kenyataan yang dialaminya.
Ø  Tahap meniru (Play Stage)
 Tahap ini ditandai dengan:
·         Semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
·         Mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dan sebagainya.
·         Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini.
·         Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai (Significant other).
Ø  Tahap siap bertindak (Game Stage)
 Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
Ø  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)
 Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.



BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pemuda dianggap sebagai hal yang memiliki potensi yang sangat baik untuk meneruskan generasi sebelumnya dan juga untuk mewujudkan cita-cita harapan bangsa dan Negara Indonesia. Karena anggapan seperti itulah, dibutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik untuk para pemuda dalam berpartisipasi dan bermasyarakat. Proses sosialisasi pemuda diperlukan dengan tujuan untuk membimbing dan membina pemuda agar mampu dan memiliki kemampuan sosialisasi yang baik untuk menghadapi dan berpartisipasi juga bermasyarakat dimana ia tinggal.
Dengan proses sosialisasi juga diharapkan pemuda mampu mewujudkan cita-cita harapan bangsa dan melanjutkan usaha-usaha generasi sebelumnya dalam membangun bangsa dan Negara.














DAFTAR PUSTAKA

Definisi Pemuda http://reval004.blogspot.co.id/2013/10/definisi-pemuda.html Diakses : 20 November 2015
Pengertian dan Tujuan Sosialisasi Pemuda http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi.html Diakses : 20 November 2015
Pemuda dan Sosialisasi. http://teknikuim2011.blogspot.com. Diakses : 20 November 2015
Pengertian Pemuda dan Sosialisasi.http://adiatmojo1.blogspot.com. Diakses : 20 November 2015


Pemuda dan Sosialisasi oleh Rizka AF

ILMU SOSIAL DASAR
PEMUDA DAN SOSIALISASI”
Dosen : Sri Hermawati, SE, MM
OLEH        : RIZKA AULIA FAZRI
NPM           : 56415122
KELAS      : 1IA08

Fakultas Teknik Industri
Universitas Gunadarma
2015




Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tentang Pemuda dan Sosialisasi.

    Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai sumber sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
   
    Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik.
   
    Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Pemuda dan Sosialisasi ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   
                                                                                      Depok, 21 November 2015
   
                                                                                              Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu selalu melekat dan menjadi suatu hal yang sangat erat kaitannya antara pemuda dengan generasi penerus. Ini dapat diartikan bahwa pemuda mempunyai tugas atau kewajiban untuk meneruskan apa yang telah generasi sebelumnya jalankan. Di dalam masyarakat pemuda dianggap memiliki potensi untuk meneruskan cita-cita tujuan bangsa dan Negara. Pemuda dijadikan sebagai harapan bangsa untuk mewujudkan masa depan bangsa yang indah.
Proses kehudipan yang dialami oleh para pemuda Indonesia setiap harinya baik di lingkungan keluarga, tempat mencari ilmu, maupun di lingkungan masyarakat dapat membawa pengaruh yang besar dalam membina sikap untuk dapat hidup dan berpartisipasi di masyarakat atau biasa disebut sosialisasi. Sosialisasi ini berlangsung semenjak seseorang lahir dan tinggal di dunia.
Karena proses sosialisasi berlangsung sejak seseorang dilahirkan ke bumi, maka kemampuan atau sikap sosialisasi antara pemuda yang satu dengan pemuda yang lain tentu saja berbeda.dilihat dari konteks yang berbeda, tergantung dari bagaimana pemuda itu mendapatkan pendidikan, pengajaran dari keluarga, lingkungan tempat mencari ilmu, dan lingkungan dimana ia tinggal.
Pemuda masih membutuhkan pembinaan dan pengarahan akan apa yang harus dan akan ia lakukan. Maka dari itu pentinglah pemuda mendapatkan asupan nilai pendidikan dan sosialisasi yang cukup dan layak. Seperti yang kita ketahui bahwa pemuda dikaitkan dengan generasi penerus bangsa, maka pemuda itu haruslah memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi dan baik agar mampu mewujudkan cita-cita dan harapan bangsa dan Negara untuk kedepannya.
Jadi jelaslah sekarang betapa pentingnya proses sosialisasi pada diri seorang pemuda untuk dapat membangun karakter diri pemuda dan pemuda diharapkan mampu membangun hal yang lebih setelah membangun karakter dirinya sendiri. Peran pendidikan baik formal dan non-formal sangat dibutuhkan dalam hal proses sosialisasi ini.



1.2.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian pemuda?
2.      Apa pengertian sosialisasi?
3.      Apa tujuan sosialisasi pemuda?
4.      Bagaimana proses sosialisasi pemuda?

1.3. TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui pengertian pemuda
2.      Untuk mengetahui pengertian sosialisasi
3.      Untuk mengetahui tujuan sosialisasi pemuda
4.      Untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi pemuda

1.4. MANFAAT PENULISAN
            Bagi Dosen dan Pembaca bisa dijadikan sebagai acuan dan sumbangsih dalam mengajar terutama pada materi ini agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang.
Bagi Mahasiswa bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri

1.5. METODE PENULISAN
            Penulis menggunakan metode tinjauan pustaka dengan melihat dan mencari sumber melalui sumber bacaan (internet).




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pemuda
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a.    Kemurnian idealismenya
b.    Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c.    Semangat pengabdiannya
d.    Sepontanitas dan dinamikanya
e.    Inovasi dan kereativitasnya
f.     Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g.    Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h.    Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.
Sebagaimana sebuah pepatah bahasa Arab, ‘Kebangkitan sebuah bangsa terletak pada telapak tangan para pemuda-pemudanya’.

2.2. SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
a.  Charlotte Buhler
 Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
b.  Peter Berger
 Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

c.  Paul B. Horton
 Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
d.  Soerjono Soekanto
 Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.



2.3. TUJUAN SOSIALISASI
Tujuan Pokok Sosialisasi Pemuda
a.    Setiap pemuda harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
b.    Setiap pemuda harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
c.      Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d.    Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
Oleh karena banyaknya hal-hal tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi pemuda ini, diperlukan dan dibutuhkan adanya pengajaran juga bimbingan sosislisasi pemuda bagi para pemuda.


2.4    PROSES SOSIALISASI PEMUDA
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua fakor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Bagaimana cara seorang yang satu dengan yang lain menghadapi, berpartisipasi, dan turut serta dalam kegiatan masyarakat dimana ia berada dan tinggal. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya juga mampu bersosialisasi dengan baik.
Menurut George Herbert Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap sebagai berikut.
Ø  Tahap persiapan (Preparatory Stage)
 Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri.
Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: Kata “makan” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata “makan” tersebut dengan cara menghubungkannya dengan kenyataan yang dialaminya.
Ø  Tahap meniru (Play Stage)
 Tahap ini ditandai dengan:
·         Semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
·         Mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dan sebagainya.
·         Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini.
·         Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai (Significant other).
Ø  Tahap siap bertindak (Game Stage)
 Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
Ø  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)
 Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.



BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pemuda dianggap sebagai hal yang memiliki potensi yang sangat baik untuk meneruskan generasi sebelumnya dan juga untuk mewujudkan cita-cita harapan bangsa dan Negara Indonesia. Karena anggapan seperti itulah, dibutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik untuk para pemuda dalam berpartisipasi dan bermasyarakat. Proses sosialisasi pemuda diperlukan dengan tujuan untuk membimbing dan membina pemuda agar mampu dan memiliki kemampuan sosialisasi yang baik untuk menghadapi dan berpartisipasi juga bermasyarakat dimana ia tinggal.
Dengan proses sosialisasi juga diharapkan pemuda mampu mewujudkan cita-cita harapan bangsa dan melanjutkan usaha-usaha generasi sebelumnya dalam membangun bangsa dan Negara.














DAFTAR PUSTAKA

Definisi Pemuda http://reval004.blogspot.co.id/2013/10/definisi-pemuda.html Diakses : 20 November 2015
Pengertian dan Tujuan Sosialisasi Pemuda http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi.html Diakses : 20 November 2015
Pemuda dan Sosialisasi. http://teknikuim2011.blogspot.com. Diakses : 20 November 2015
Pengertian Pemuda dan Sosialisasi.http://adiatmojo1.blogspot.com. Diakses : 20 November 2015