ILMU
SOSIAL DASAR
“PEMUDA DAN SOSIALISASI”
Dosen
: Sri Hermawati, SE, MM

OLEH : RIZKA AULIA FAZRI
NPM :
56415122
KELAS : 1IA08
Fakultas
Teknik Industri
Universitas
Gunadarma
2015
Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Panyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini tentang Pemuda dan Sosialisasi.
Makalah ini telah saya
susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai sumber sehingga
dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah
ini.
Terlepas dari semua
itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki
makalah ini agar menjadi lebih baik.
Akhir kata saya
berharap semoga makalah tentang Pemuda dan Sosialisasi ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Depok, 21 November
2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pemuda adalah generasi
penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu selalu melekat dan menjadi suatu
hal yang sangat erat kaitannya antara pemuda dengan generasi penerus. Ini dapat
diartikan bahwa pemuda mempunyai tugas atau kewajiban untuk meneruskan apa yang
telah generasi sebelumnya jalankan. Di dalam masyarakat pemuda dianggap
memiliki potensi untuk meneruskan cita-cita tujuan bangsa dan Negara. Pemuda
dijadikan sebagai harapan bangsa untuk mewujudkan masa depan bangsa yang indah.
Proses kehudipan yang
dialami oleh para pemuda Indonesia setiap harinya baik di lingkungan keluarga,
tempat mencari ilmu, maupun di lingkungan masyarakat dapat membawa pengaruh
yang besar dalam membina sikap untuk dapat hidup dan berpartisipasi di
masyarakat atau biasa disebut sosialisasi. Sosialisasi ini berlangsung semenjak
seseorang lahir dan tinggal di dunia.
Karena proses
sosialisasi berlangsung sejak seseorang dilahirkan ke bumi, maka kemampuan atau
sikap sosialisasi antara pemuda yang satu dengan pemuda yang lain tentu saja
berbeda.dilihat dari konteks yang berbeda, tergantung dari bagaimana pemuda itu
mendapatkan pendidikan, pengajaran dari keluarga, lingkungan tempat mencari
ilmu, dan lingkungan dimana ia tinggal.
Pemuda masih
membutuhkan pembinaan dan pengarahan akan apa yang harus dan akan ia lakukan.
Maka dari itu pentinglah pemuda mendapatkan asupan nilai pendidikan dan
sosialisasi yang cukup dan layak. Seperti yang kita ketahui bahwa pemuda
dikaitkan dengan generasi penerus bangsa, maka pemuda itu haruslah memiliki
jiwa sosialisasi yang tinggi dan baik agar mampu mewujudkan cita-cita dan
harapan bangsa dan Negara untuk kedepannya.
Jadi jelaslah sekarang
betapa pentingnya proses sosialisasi pada diri seorang pemuda untuk dapat
membangun karakter diri pemuda dan pemuda diharapkan mampu membangun hal yang
lebih setelah membangun karakter dirinya sendiri. Peran pendidikan baik formal
dan non-formal sangat dibutuhkan dalam hal proses sosialisasi ini.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian pemuda?
2.
Apa pengertian sosialisasi?
3.
Apa tujuan sosialisasi pemuda?
4.
Bagaimana proses sosialisasi pemuda?
1.3. TUJUAN PENULISAN
1.
Untuk mengetahui pengertian pemuda
2.
Untuk mengetahui pengertian sosialisasi
3.
Untuk mengetahui tujuan sosialisasi pemuda
4.
Untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi pemuda
1.4. MANFAAT PENULISAN
Bagi
Dosen dan Pembaca bisa dijadikan sebagai acuan dan sumbangsih dalam mengajar
terutama pada materi ini agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih
baik dimasa yang akan datang.
Bagi Mahasiswa bisa
dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri
1.5. METODE PENULISAN
Penulis
menggunakan metode tinjauan pustaka dengan melihat dan mencari sumber melalui
sumber bacaan (internet).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pemuda
Pemuda adalah individu yang
bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis
sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya
manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi
penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO
menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia
10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang
diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai
kelompok pemuda.
Pemuda adalah individu dengan
karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki
pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun
kultural.
Sedangkan menurut draft RUU
Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun.
Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis
dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda
dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang
berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa
Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali
terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam.
Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori
usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi
muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.
Ada beberapa
kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara
lain :
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan
Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan
dinamikanya
e. Inovasi dan
kereativitasnya
f. Keinginan untuk segera
mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan
keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masihlangkanya
pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya
dengan kenyatan yang ada.
Sebagaimana sebuah
pepatah bahasa Arab, ‘Kebangkitan sebuah bangsa terletak pada telapak tangan
para pemuda-pemudanya’.
2.2. SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan
sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari
kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma
social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
a. Charlotte
Buhler
Sosialisasi
adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri,
bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan
berfungsi dengan kelompoknya.
b. Peter
Berger
Sosialisasi
adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma
dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
c. Paul B.
Horton
Sosialisasi
adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma
dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
d. Soerjono
Soekanto
Sosialisasi
adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
2.3. TUJUAN
SOSIALISASI
Tujuan Pokok Sosialisasi Pemuda
a. Setiap pemuda harus
diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di
masyarakat.
b. Setiap pemuda harus
mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
c. Pengendalian
fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang
tepat.
d. Bertingkah laku secara
selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga
atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
Oleh karena banyaknya hal-hal tujuan yang
ingin dicapai dari sosialisasi pemuda ini, diperlukan dan dibutuhkan adanya
pengajaran juga bimbingan sosislisasi pemuda bagi para pemuda.
2.4 PROSES SOSIALISASI
PEMUDA
Istilah sosialisasi
menunjuk pada semua fakor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam
hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang
menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan
lingkunga budayanya. Bagaimana cara seorang yang satu dengan yang lain
menghadapi, berpartisipasi, dan turut serta dalam kegiatan masyarakat dimana ia
berada dan tinggal. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir
dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya juga mampu bersosialisasi dengan baik.
Menurut George Herbert
Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap
sebagai berikut.
Ø Tahap persiapan
(Preparatory Stage)
Tahap ini dialami
manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal
dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri.
Pada tahap ini juga
anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: Kata
“makan” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata
tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak
memahami secara tepat makna kata “makan” tersebut dengan cara menghubungkannya
dengan kenyataan yang dialaminya.
Ø Tahap meniru (Play
Stage)
Tahap ini
ditandai dengan:
· Semakin sempurnanya
seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
· Mulai terbentuk
kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dan sebagainya.
· Anak mulai menyadari
tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari
anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain
juga mulai terbentuk pada tahap ini.
· Kesadaran bahwa dunia
sosial manusia berisikan banyak orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan
orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni
dari mana anak menyerap norma dan nilai (Significant other).
Ø Tahap siap bertindak
(Game Stage)
Peniruan yang
dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung
dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada
posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain
secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama
dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan
hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman
sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya
secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari
bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
Ø Tahap penerimaan norma
kolektif (Generalized Stage)
Pada tahap ini
seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada
posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa
tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan
masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan
bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap.
Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat
dalam arti sepenuhnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pemuda dianggap sebagai
hal yang memiliki potensi yang sangat baik untuk meneruskan generasi sebelumnya
dan juga untuk mewujudkan cita-cita harapan bangsa dan Negara Indonesia. Karena
anggapan seperti itulah, dibutuhkan kemampuan bersosialisasi yang baik untuk
para pemuda dalam berpartisipasi dan bermasyarakat. Proses sosialisasi pemuda
diperlukan dengan tujuan untuk membimbing dan membina pemuda agar mampu dan
memiliki kemampuan sosialisasi yang baik untuk menghadapi dan berpartisipasi
juga bermasyarakat dimana ia tinggal.
Dengan proses
sosialisasi juga diharapkan pemuda mampu mewujudkan cita-cita harapan bangsa
dan melanjutkan usaha-usaha generasi sebelumnya dalam membangun bangsa dan Negara.
DAFTAR PUSTAKA
Definisi Pemuda http://reval004.blogspot.co.id/2013/10/definisi-pemuda.html
Diakses : 20 November 2015
Pengertian dan Tujuan Sosialisasi Pemuda http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi.html
Diakses : 20 November 2015
Pemuda
dan Sosialisasi. http://teknikuim2011.blogspot.com. Diakses : 20 November 2015
Pengertian
Pemuda dan Sosialisasi.http://adiatmojo1.blogspot.com. Diakses : 20 November
2015