Saturday, March 5, 2016
Manusia dan Kebudayaan
MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
Manusia
dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain.
A. MANUSIA
Menurut
ilmu eksakta :
Ilmu kimia : manusia dipandang sebagai
kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system
yang dimiliki oleh manusia.
Ilmu fisika : manusia merupakan kumpulan
dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan
kumpulan dari energy.
Ilmu biologi : manusia merupakan makhluk
biologis yang tergolong dalam golonga makhluk mamalia
Menurut
ilmu social :
Ilmu ekonomi : manusia merupakan makhluk yang
ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering
disebut homo economicus.
Ilmu sosiologi : manusia merupakan makhluk
social yang tidak dapat berdiri sendiri
Ilmu politik : makhluk yang selalu ingin
mempunyai kekuasaan
Ilmu filsafat : makhluk yang berbudaya sering
disebut homo humanus
Unsur-unsur
yang membangun manusia :
1.
Manusia
itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait :
a.
Jasar
: badan kasar manusia yang nampat pada luarnya dapat diraba dan difoto dan
menempati ruang dan waktu
b.
Hayat
: mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
c.
Ruh
: bimbingan dan pimpinan tuhan
d.
Nafs
: kesadaran tentang diri sendiri
2.
Manusia
sebagai satu kepribadian :
a.
Id,
yang merupakan struktur kepribadian yang aling primitive dan paling tidak
Nampak
b.
Ego,
merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
disebut kepribadian eksekutif berperan dalam menghubungkan energy Id ke dalam
saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain
c.
Superego,
merupakan struktur kepribadian yang paling akhir muncul kira-kira pada usia
lima tahun
B. HAKEKAT
MANUSIA
a.
Makhluk
ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
·
Tubuh
adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa wujudnya konkrit tetapi tidak
abadi.
·
Jiwa
terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, diraba, sifatnya abstrak tetapi
abadi. Jiwa tidak mengalai kehancuran dan sebagai penggerak juga sumber
kehidupan
b.
Makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
Kesempurnaannya
terletak pada adab dan budayanya karena manusia dilengkapi oleh penciptanya
dengan akal, perasaaan, dan kehedak yang terdapat didalam jiwa manusia.
Daya rasa pada
manusia ada dua macam yaitu rohani dan jasmani
Perasaan rohani :
1.
Perasaan
intelektual, perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan
2.
Perasaan
estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan
3.
Perasaan
etis, perasaan yang berkenan dengan kebaikan
4.
Perasaan
diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan diri yang
lain
5.
Perasaan
social, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat, ikut merakasan kehidupan orang lain
6.
Perasaan
religious, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan
c.
Makhluk
biokultural (makhluk hayati yang budayawi)
Sebagai makhluk
hayati manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal,
biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya
dan sebagainya.
Sebagai mahkhul
budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan,
psikologi sosia, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya
d.
Makhluk
ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan
Soren Kienkegaard
(filsuf Denmark pelopor ajaran eksistensialisme) memandang manusia dalam
konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan
lingkungannya.
Hidup manusia
mempunyai tiga taraf, yaitu : estetis, etis, dan religious.
C. KEPRIBADIAN
BANGSA TIMUR
Francis
L.K Hsu sarjana Amerika keturunan Cina telah mengembangkan suatu konsepsi,
bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk social budaya itu mengandung delapan
daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri
pribadi
a.
Daerah
no 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar
b.
No
5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan. Terdiri dari pikiran dan gagasan yang
disadari oleh seorang individu yang bersagkutan tetapi tidak dinyatakan kepada
siapapun karena :
1.
Takut
salah dan takut dimarahi orang apabila menyatakan sesuatu.
2.
Sungkan
menyatakannya atau belum yakin akan mendapatkan respons dan pengertian yang
baik dari sesamanya
3.
Malu
karena takut ditertawakan
4.
Tidak
bias menemukan kata-kata yang cocok untuk menyatakan suatu gagasan
c.
No
4 disebut kesadaran yang dinyatakan
d.
No
3 disebut lingkaran hubungan karib yang mengandung konsepsi tentang
orang-orang, binatang, benda oleh individu diajak bergaul secara mesra dan
karib
e.
No
2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai dengan sikap sayang
dan mesra melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau
benda itu bagi dirinya.
f.
No
1 disebut lingkaran hubungan jauh terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam
jiwa manusia tentang manusia, benda, alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam
kebudayaan dan masyarakat sendiri tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan
pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
g.
No
0 disebut lingkungan dunia luar terdiri dari pikiran-pikiran dan
anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam
lingkungan nomor 1 hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan
anggapan-anggapan tentag orang dan hal yang terletak diluar masyarakat dan
Negara Indonesia dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa
bodoh.
Konsep
yang dapat dipakai sebagai landasan untuk mengembangkan konsep lain itu menurut
Francis L.K Hsu adalah konsep Jen dalam kebudayaan Cina yaitu manusia yang
berjiwa selaras, manusia yang berkepribadian.
Dalam
konsep Jen, manusia yang selaras dan berkepribadian adalah manusia yang dapat
menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan
sekitarnya
D. PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Menurut
antropolog terkemuka Melville J. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu
yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke
generasi hidup terus.
Ia
dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala
sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan oleh adanya kebudayaan yang
dimiliki masyarakat itu.
Berdasarkan
bahasa sanskerta, budaya berasal dari kata budhayah yang artinya budi atau
akal.
Dalam
bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.
Jadi
kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan
oleh akal budi pikiran manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat
tinggalnya atau pula dapat diartikan segala usaha manusia untuk dapat
melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.
Budaya
dapat diartikan pula sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari mengacu pada
pola-pola prilaku yang ditularkan secara social, yang merupakan kekhususan
kelompok social tertentu (Keesing, jilid I, 1989; hal 68)
E.B Tylor (1871) : kebudayaan adalah kompleks
yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat
dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya,
rasa dan cipta masyarakat.
Sultan Takdir Alisyahbana : kebudayaan adalah manifestasi
dari cara berpikir
Koentjaraningrat : kebudayaan antara lain
berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan
belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L
Krober dan C.Kluckhon : kebudayaan adalah
manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
C.A
Van Peursen :
kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan
setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak
hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber
dan Klukhon : kebudayaan terdiri atas berbagai pola,
bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan
terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya tersendiri
dari kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda materi, pusat
esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama
keterikatan terhadap nila-nilai.
Kebudayaan merupakan system nilai
dan gagasan utama.
System nilai dan gagasan utama
sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga system kebudayaan secara
terperinci : system ideology, social dan teknoloigi
·
System
ideology meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hokum yang berfungsi
sebagai pengarahan untuk system social dan berupa interpretasi operasional dari
system nilai dan gagasan utama yang berlalu dalam masyarakat
·
Sistem
social meliputi hubungan dan kegiatan social didalam masyarakat
·
System
teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya.
E.
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Melville
J. Herkovits
mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan yaitu : alat-alat teknologi,
system ekonomi, keluarga dan kekuatan politik.
Bronislaw
Malinowski
mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari system norma, organisasai
ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi
kekuatan.
Dalam buku yang berjudul
Universal Categories of Culture karya C. Kluckhon, ada 7 unsur kebudayaan
universal :
1.
System
regili,merupakan produk manusia sebagai homo religious.
2.
System
organisasi kemasyarakatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo socius
3.
System
pengetahuan, merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
4.
System
mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi, merupakan produk manusia
sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus
meningkat.
5.
System
teknologi dan peralatan, merupakan produk manusia sebagai homo faber.
6.
Bahasa,
merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7. Kesenian, merupakan produk
manusia sebagai homo aesteticus.
F.
WUJUD KEBUDAYAAN
Kebudayaan mempunyai 3 wujud :
1.
Kompleks
gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
Wujud
ini disebut system budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat
pada kepala-kepala manusia yang menganutnya atau dengan kata lain, dalam alam
pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.
Kompleks
aktivitas : berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat
konkret, dapat diamati atau di observasi. Sering disebut system social
3.
Wujud
sebagai benda : aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari
brbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai
tujuannya.
G.
ORIENTASI NILAI BUDAYA
C.Kluckhohn dalam karyanya
Variations in Value Orientation (19610, secara universal menyangkut 5 masalah
pokok kehidupan manusia :
1.
Hakekat
hidup manusia (MH)
Ada
yang berusaha memadamkan hidup, ada juga yang dengan pola-pola kelakuan
tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.
Hakekat
karya manusia (MK)
Ada
yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberkan kedudukan
atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi
3.
Hakekat
waktu manusia (WM)
Ada
yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang
berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan dating.
4.
Hakekat
alam manusia (MA)
Ada
kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan
alam semaksimal mungkin, ada juga yang beranggapan manusia harus harmonis
dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam
5.
Hakekat
hubungan manusia (MN)
Ada
yang mementingkan hubunga manusia dengan manusia, baik secara sesamanya atau
secara orientasi kepada tokoh-tokoh. Ada juga yang berpandangan individualitas
(menilai tinggi kekuatan sendiri)
H.
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Tidak ada kebudayaan yang statis,
semuanya bergerak dan mempunyai dinamika. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah
gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi.
Terjadinya gerak atau perubahan
ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.
Sebab-sebab
yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan
jumlah dan komposisi penduduk.
2.
Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan
ini juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya
teknologi dan inovasi.
Perubahan
social adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam
suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya termasuk didalamnya
nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam
masyarakat.
Perubaha
kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan
kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing
yangberbeda sedemikian rupa.
Perubahan
kebudayaan iaah perubahan yang terjadi dalam system ide yang dimiliki bersama
oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan,
antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam
kehidupan juga teknologi, selera, rasa keindahan dan bahasa.
Beberapa
masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
a. Unsur-unsur kebudayaan asing
manakah yang mudah diterima
b. Unsur-unsur kebudayaan asing
manakah yang sulit diterima
c. Individu-individu manakah yang
cepat menerima unsur-unsur yang baru
d. Ketegangan-ketegangan apakah yang
timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
1. Pada umumnya unsur-unsur
kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
a.
Unsur
kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutaa sangat mudah dipakai dan
dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
b.
Unsur-unsur
yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio, computer dan telepon yang
banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.
c.
Unsur-unsur
yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima
unsur-unsur tersebut
2. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit
diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :
a.
Unsur
yang menyangkut system kepercayaan seperti ideology, falsafah hidup dam
lain-lain.
b.
Unsur-unsur
yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
3. pada umumnya generasi muda
dianggap sebagai individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang
masuk melalui proses akulturasi.
4. Suatu masyarakat yang terkena
proses akulturasi selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau
bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai
factor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru
diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki
hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari
luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan
nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai agama,
dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka
penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu oleh berbagai
ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. Corak struktur social suatu
masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima
jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur ebudayaan yang menjadi landasan bagi
diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu
memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan
kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Proses
akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara
unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri.
I.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dalam sosiologi manusia dan
kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya
berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup
manusia agar sesuai dengannya.
Subscribe to:
Comments (Atom)