Nilai-Nilai Budaya yang Menjadi Keunggulan Bangsa Indonesia
1. Semangat Gotong-Royong
Bangsa ini, menurut Pembukaan UUD 1945 memiliki berbagai
keunggulan yang menjadikan bangsa ini berbeda dan unggul dari negara lainnya.
Salah satu keunggulan dari warga bangsa ini adalah, masyarakat Indonesia
terkenal dengan gotong royong.
Konsep dari gotong royong bukanlah sekedar pada setiap bulan masayarakat yang
berkumpul di suatu komunitas, seperti pedesaan melakukan kerja bakti dan
menghiasi perkampungannya ketika akan datang hari kemerdekaan Indonesia. Lebih
dari itu, konsep gotong royong adalah satu solusi arif untuk memecahkan masalah
kebangsaan yang mendera negara ini. Akan tetapi semangat gotong royong dari
tahun ke tahun seperti memudar beriringan dengan kemajuan zaman dan terlibatnya
negara ini pada persaingan dunia dalam kerangka globalisasi. Maka mengembalikan
semangat gotong royong ke dalam jiwa setiap insane bangsa ini
adalah suatu hal yang penting. Gotong royong dapat menjadi jalan demi mengembalikan jati diri bangsa ini
yang semakin tergerus oleh paham-paham liberalisme, hedonisme, dan paham-paham
lainnya yang bersifat individualistik.
Negara ini telah banyak didera oleh permasalahan kompleks
yang menjadikan bangsa ini terpuruk. Ketika kemiskinan melahirkan anarkisme dan
terorisme maka sebenarnya ada yang salah dengan konsep kebangsaan kita sekarang
ini. Seharusnya para elit pemerintahan dan orang-orang yang memiliki wewenang
di negara seharusnya memiliki kepedulian akan masalah-masalah yang ada di
negara ini. Pemerintah dengan masyarakat harus bekerjasama untuk mengembalikan
jati diri bangsa ini yang didera krisis dengan cara menumbuhkan kembali rasa
gotong royong di antara jiwa warga negara ini. Ketika para elit pemerintahan
memiliki kekompakan dan bekerjasama dalam mengatasi masalah kebangsaan, itulah
yang dinamakan gotong royong.
Bila hal itu dapat dilakukan maka masyarakat dapat melakukan
gotong royong untuk menjadi masyarakat yang demokratis dan luhur, yang memiliki
cita-cita tinggi dan prestasi yang dapat dibanggakan di dunia. Maka untuk
menumbuhkan dan menggalakkan kembali rasa gotong royong dalam diri bangsa ini,
pemerintah harus memulainya dengan menjalankan program-program yang dapat
menumbuhkannya kembali. Hal ini harus dimulai dari tingkatan daerah terlebih
dahulu, karena rasa ingin gotong royong akan lebih mudah muncul ketika
pemerintah memperhatikan masalah daerahnya terlebih dahulu. Seperti contohnya
adalah apa yang telah dilakukan oleh kota Blitar, kota ini mencanangkan apa
yang disebut dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, yang
dicanangkan oleh walikotanya Drs. Djarot Syaiful Hidayat. Bila pemerintahan
daerah dapat menjalankan program serupa, maka mengembalikan jati diri bangsa
dengan jalan menumbuhkan salah satu keunggulan bangsa ini, yaitu gotong royong
akan dapat terwujud.
Ketika bangsa ini dapat bersatu dalam konsep gotong royong
yang merupakan bagian dari keunggulan bangsa ini, maka bukan tidak mungkin
bangsa ini dapat terbebas dari permasalahan kompleks yang telah mendera bangsa
ini sekian lamanya, yang menjadi masalahnya adalah apakah bangsa Indonesia bisa
sadar seutuhnya akan pentingnya gotong royong ini? Pertanyaan itu hanya bisa
dijawab oleh kita sendiri, dan bila kita menyadarinya maka kita dapat
mengembalikan jati diri bangsa ini yang telah tergerus oleh nilai-nilai dan
paham-paham yang tidak sesuai bagi bangsa ini.
2.
Ramah, Santun dan Sopan
Masyaakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang ramah,
murah senyum dan sangat sopan dalam menyapa dan menghadapi siapapun yang datang
ke Indonesia. Tidak heran sangat banyak tourist asing yang senang akan
perlakuaan pribumi ketika mereka mengunjungi Indonesia. Tentulah hal ini
menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung itu sehingga mereka tidak
menyesal atang ke Indonesia dan cukup mampu menguntungkan Indonesia. Pasalnya,
kehadiran mereka ke Indonesia ini cukup menambah pemasukkan Negara dengan
bertambahnya jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia. Seperti simbiosis
mutualisme, ramahnya masyarakat Indonesia menguntungkan bagi Bangsa Indonesia
sendiri dan juga orang yang dikenai perlakuan.
Namun sekarang ini, rasa ramah,sopan dan santun itu mulai
memudar. Tidak adanya kesadaran dan kekuatan diri dalam menjaga hal-hal
tersebut membuat kepribadian bangsa Indonesia ini mulai luntur. Sudah sangat
banyak ditemui masyarakat Indonesia yang tidak memiliki hal-hal budaya
tersebut. Individualism telah masuk dan merasuki kepribadian masyarakat
Indonesia sehingga nila-nilai budaya Indonesia mulai tersingkirkan secara
perlahan namun pasti. Maka dari itu, segala bentuk aspek pendidikan baik formal
maupun non formal mengenai kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia
perlu tetap dijalanka agar seluruh ciri khas keunggulan budaya Bangsa Indonesia
ini tidak hilang.
Nilai-nilai budaya keunggulan Bangsa Indonesia juga terdapat
dalam pancasila :
Ketuhanan (Religiusitas)
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan
keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral,
suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah
mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia
yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap
perbuatan baik yang dilakukannya.
Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar
Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan
masing-masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga
Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang
beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.
Kemanusiaan (Moralitas)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan
suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap
manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang
beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran
dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan
masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal.
Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun
kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha
gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni
penuh toleransi dan damai.
Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa
bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk
bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada
segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan
sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya
untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara
Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang
dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut
tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan persatuan Indonesia.
Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup
berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi
kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan
kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama
untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia
modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri,
walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan
pembaharuan.
Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang
menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan
membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran
tertentu yang sempit.
Keadilan Sosial
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma
berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap
suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan
cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna mewujudkan keadaan
masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai
kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada
kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk
perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai
secara merata.
No comments:
Post a Comment