Thursday, June 2, 2016

Membangun Generasi Berkarakter dalam Menghadapi Kebebasan Komunikasi


The real document can be opened here : 


MAKALAH
Ilmu Budaya Dasar
“Membangun Generasi Berkarakter dalam Menghadapi Kebebasan Komunikasi”





Dibuat Oleh :
Rizka Aulia Fazri (56415122)
Kelas 1IA08




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Edi Fakhri





Kata Pengantar


            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga saya dapat menyusun Tugas Ilmu Budaya Dasar ini dengan baik dan tepat waktu.
            Seperti  yang telah kita ketahui “Pendidikan Karakter” itu sangat penting bagi anak bangsa dari mulai dini. Semua akan dibahas pada makalah ini mengenai pendidikan karakter bangsa yang dihadapi denga  kebebasan komunikasi.
            Tugas ini saya buat untuk memberikan  penjelasan tentang bagaimana cara membangun generasi yang berkarakter (Pendidikan Karakter) sementara dihadapkan pada kebebasan komunikasi. Semoga makalah yang saya buat ini dapat membantu menambah wawasan kita menjadi lebih luas lagi.
            Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun  makalah ini. Oleh karena itu,  kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan guna kesempurnaan makalah ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, Bapak Edi Fakhri.
            Atas perhatian dan waktu Bapak, saya sampaikan banyak terima kasih.

                                                                                                               Depok, 2 Juni 2012


                                                                                                                          Penyusun




DAFTAR ISI

Kata Pengantar    ………………………………………………………………..  i
Daftar Isi   ………………………………………………………………………    ii
Bab I       PENDAHULUAN   ………………………………………………….    1
          1.1  Latar Belakang  ……………………………………………………...    1
          1.2  Rumusan Masalah …………………………………………………...    2
          1.3  Tujuan Masalah   …………………………………………………….    2
Bab II      PEMBAHASAN  …………………………………………………….    3
          2.1  Pengertian Pendidikan Karakter ……………………………………..    3
          2.2  Contoh Program Pendidikan karakter ………………….....................    3
          2.3  Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa............    5
          2.4   Pendidikan Karakter yang Berhasil…………………………….……..    6
Bab III    PENUTUP  ……………………………………………………………   8
          3.1  Kesimpulan  ………………………………………………………….   8
          3.2  Saran  …………………………………………………………………  8
Daftar Pustaka   ………………………………………………………………. … 9





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.
            Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada kebebasan komunkasi yang mana banyak sekali jalur-jalur ataupun fasilitas untuk mengakses berbagai macam informasi dalam bergbagai macam bentuk untuk berkomunikasi. Pendidikan Karakter dibutuhkan bagi pada generasi muda sebagai kemampuan diri untuk menyerap maupun memilah milih apa yang patut untuk diserap, diambil, dipelajari, dan hal-hal yang harus dihindari atau difilter.
            Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.


1


1.2  Rumusan Masalah
Apa pengertian dari pendidikan karakter itu?
Bagaimana contoh program pendidikan karakter?
Bagaimana peran pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa?
Bagaimana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil?

1.3  Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas, maka tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter.
Untuk mengetahui contoh program pendidikan karakter.
Untuk mengetahui peran pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa.
Untuk mengetahui bagaiamana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil.








2



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan Karakter.
            Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana,prasarana,dan,pembiayaan,dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

2.2 Contoh Program Pendidikan karakter.
A. Lingkungan Tempat Belajar (Sekolah/Universitas)
Training Guru/Dosen
            Terkait dengan program pendidikan karakter disekolah, bagaimana menjalankan dan melaksanakan pendidikan karakter disekolah, serta bagaimana cara menyusun program dan melaksanakannya, dari gagasan ke tindakan.
            Program ini membekali dan memberikan wawasan pada guru tentang psikologi anak, bagaimana cara mendidik anak dengan memahami  pikiran anak dan cara mudah dalam memahami dan mengatasi anak yang “bermasalah” dengan perilakunya.

3



Program Bimbingan Mental
            Program ini terbagi menjadi dua sesi program yaitu untuk anak-anak generasi muda dan untuk para orangtua. Disediakan sesi workshop therapy untuk anak-anak yang akan dibangun karakternya. Dan disediakan pula sesi seminar khusus orang tua untuk mengenali anaknya dan memperlakukan anak dengan lebih baik, demi kebaikan karakter si anak tersebut. Dalam seminar ini orangtua akan mempelajari pengetahuan dasar yang sangat bagus untuk mempelajari berbagai teori psikologi anak dan keluarga. Memahami konsep menangani anak di rumah dan di sekolah, serta lebih mudah mengerti dan memahami jalan pikiran anak, pasangan dan orang lain. Sehingga anak akan mampu menerima perlakuan baik dari orangtuanya dan akan membawa pengaruh dan karakter yang baik pula untuk si anak.

B. Lingkungan Keluarga dan Pribadi
            Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia, yaitu hubungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan, dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.
            Membekali seseorang dengan fasilitas yang memadai dengan memberikan batasan dan arahan hal-hal mana saja yang baik untuk ditiru dan diikuti dan juga hal mana saja yang tidak patut untuk diserap.
4




            Pada dasarnya di dunia yang sudah memasuki era globalisasi ini, sangat banyak sekali hal-hal yang masuk dan keluar dari dalam negri maupun luar negri. Hal-hal tersebut tentunya bukan sepenuhnya hal-hal yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda yang baik, haruslah pandai-pandai dalam memilah dan memilih hal yang perlu diterima dan ditolak dari pribadi sendiri. Kebebasan komunikasi yang sedang dialami pada bangsa ini tentunya banyak membawa dampak positif yang menguntungkan bagi Indonesia seperti mendapat banyak mendapatkan informasi dari berbagai Negara yang dapat membantu meningkatkan wawasan serta pengetahuan bagi yang menerimanya, namun disamping hal-hal yang menguntungkan tersebut, banyak pula hal-hal yang membawa pengaruh negative ataupun hal yang dapat merugikan baik untuk tiap-tiap pribadi maupun untuk sekelompok orang. Maka dari itu, pendidikan karakter sangatlah diperlukan bagi setiap masing-masing pribadi yang menghadapi kebebasan komunikasi di era globalisasi ini.

2.3   Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa.
            Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama. Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu. Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka.
            Karena itu pendidikan karakter harus digali oleh masing-masing pribadi. Dari mana memulai dibelajarkannya nilai-nilai karakter bangsa, dari pendidikan informal, dan secara pararel berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal.
5


         Tantangan saat ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini. Hal ini tentunya juga menuntut adanya dukungan yang kondusif dari pranata politik, sosial,  dan,budaya bangsa.
“Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia.

2.4  Pendidikan Karakter yang Berhasil.
            Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui :
Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
Memahami kekurangan dan kelebihan dirisendiri.
Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.
Menunjukkan sikap percaya diri.
Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis,dankreatif.
Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
6


Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Mendeskripsikan gejala alam dan social.
Memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab.
Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara kesatuan Republik Indonesia.
Menghargai karyaseni dan budayanasional.
Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.
Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dansantun.
Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; Menghargai adanyaperbedaanpendapat.
Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.
Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa IndonesiadanbahasaInggrissederhana.
Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.
Menunjukkan sikap percaya diri.

            Pada tataran sosial, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sosial, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua masyarakat.


7



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
            Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa kategori yaitu:
Pendidikan karakter bertujuan untuk membekali dan memberikan pribadi seseorang tentang apa saja yang harus dilakukan dan tidak ddalam menghadapi kerasnya kehidupan di era yang modern ini. Sehingga setiap pribadi berkemungkinan mampu dan mampu bertahan dengan baik dalam era globalisasi ini.
Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari negara-negara lain.

 3.2 Saran
        Pentingnya pendidikan karakter bukanhanya menjadi tanggung jawab para petinggi pendidik dan pemerintah, tapi juga merupakan tanggung jawab setiap pribadi bangsa Indonesia. Kerja sama antara penyedia pembangun pendidikan karakter dengan pribadi masing-masing akan sangat membantu dalam majunya bangsa Indonesia.

Maka dari itu, pentingnya kesadaran diri sendiri sangat dibutuhkan dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter.

8



DAFTAR PUSTAKA


















9

No comments:

Post a Comment