The real document can be opened here :
MAKALAH
Ilmu
Budaya Dasar
“Membangun
Generasi Berkarakter dalam Menghadapi Kebebasan Komunikasi”
Dibuat
Oleh :
Rizka
Aulia Fazri (56415122)
Kelas
1IA08
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
Mata
Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen
: Edi Fakhri
Kata
Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga saya
dapat menyusun Tugas Ilmu Budaya Dasar ini dengan baik dan tepat waktu.
Seperti yang telah kita ketahui “Pendidikan Karakter”
itu sangat penting bagi anak bangsa dari mulai dini. Semua akan dibahas pada
makalah ini mengenai pendidikan karakter bangsa yang dihadapi denga kebebasan komunikasi.
Tugas ini saya buat untuk
memberikan penjelasan tentang bagaimana
cara membangun generasi yang berkarakter (Pendidikan Karakter) sementara
dihadapkan pada kebebasan komunikasi. Semoga makalah yang saya buat ini dapat
membantu menambah wawasan kita menjadi lebih luas lagi.
Saya menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam menyusun makalah ini.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang
sifatnya membangun sangat saya harapkan guna kesempurnaan makalah ini. Saya
mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, Bapak Edi
Fakhri.
Atas perhatian dan waktu Bapak, saya
sampaikan banyak terima kasih.
Depok, 2 Juni 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar ……………………………………………………………….. i
Daftar
Isi ……………………………………………………………………… ii
Bab
I PENDAHULUAN …………………………………………………. 1
1.1
Latar Belakang ……………………………………………………...
1
1.2
Rumusan Masalah …………………………………………………...
2
1.3
Tujuan Masalah
……………………………………………………. 2
Bab
II PEMBAHASAN ……………………………………………………. 3
2.1
Pengertian Pendidikan Karakter …………………………………….. 3
2.2
Contoh Program Pendidikan karakter …………………..................... 3
2.3 Pendidikan Karakter Untuk Membangun
Keberadaban Bangsa............ 5
2.4
Pendidikan Karakter yang Berhasil…………………………….…….. 6
Bab
III PENUTUP …………………………………………………………… 8
3.1
Kesimpulan …………………………………………………………. 8
3.2
Saran ………………………………………………………………… 8
Daftar
Pustaka ………………………………………………………………. … 9
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia memerlukan sumberdaya
manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam
pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki
peran yang sangat penting.
Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Berdasarkan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di
sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut.
Apalagi saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada kebebasan komunkasi yang
mana banyak sekali jalur-jalur ataupun fasilitas untuk mengakses berbagai macam
informasi dalam bergbagai macam bentuk untuk berkomunikasi. Pendidikan Karakter
dibutuhkan bagi pada generasi muda sebagai kemampuan diri untuk menyerap maupun
memilah milih apa yang patut untuk diserap, diambil, dipelajari, dan hal-hal
yang harus dihindari atau difilter.
Hal
tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu
bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Melihat
masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill.
Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya
pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri.
1
1.2 Rumusan Masalah
Apa
pengertian dari pendidikan karakter itu?
Bagaimana
contoh program pendidikan karakter?
Bagaimana
peran pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa?
Bagaimana
gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil?
1.3 Tujuan Masalah
Berdasarkan
rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas, maka tujuan dalam penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
Untuk
mengetahui apa itu pendidikan karakter.
Untuk
mengetahui contoh program pendidikan karakter.
Untuk
mengetahui peran pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa.
Untuk
mengetahui bagaiamana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil.
2
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pendidikan Karakter.
Pendidikan karakter adalah suatu
sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi
komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri,
sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.
Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus
dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi
kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan
atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas
atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana,prasarana,dan,pembiayaan,dan ethos
kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
2.2 Contoh Program Pendidikan
karakter.
A.
Lingkungan Tempat Belajar (Sekolah/Universitas)
Training
Guru/Dosen
Terkait dengan program pendidikan
karakter disekolah, bagaimana menjalankan dan melaksanakan pendidikan karakter
disekolah, serta bagaimana cara menyusun program dan melaksanakannya, dari
gagasan ke tindakan.
Program ini membekali dan memberikan
wawasan pada guru tentang psikologi anak, bagaimana cara mendidik anak dengan
memahami pikiran anak dan cara mudah dalam
memahami dan mengatasi anak yang “bermasalah” dengan perilakunya.
3
Program
Bimbingan Mental
Program ini terbagi menjadi dua sesi
program yaitu untuk anak-anak generasi muda dan untuk para orangtua. Disediakan
sesi workshop therapy untuk anak-anak yang akan dibangun karakternya. Dan disediakan
pula sesi seminar khusus orang tua untuk mengenali anaknya dan memperlakukan
anak dengan lebih baik, demi kebaikan karakter si anak tersebut. Dalam seminar
ini orangtua akan mempelajari pengetahuan dasar yang sangat bagus untuk
mempelajari berbagai teori psikologi anak dan keluarga. Memahami konsep
menangani anak di rumah dan di sekolah, serta lebih mudah mengerti dan memahami
jalan pikiran anak, pasangan dan orang lain. Sehingga anak akan mampu menerima
perlakuan baik dari orangtuanya dan akan membawa pengaruh dan karakter yang
baik pula untuk si anak.
B.
Lingkungan Keluarga dan Pribadi
Karakter akan terbentuk sebagai
hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia, yaitu hubungan
dengan diri sendiri, dengan lingkungan, dan hubungan dengan Tuhan YME
(spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman
yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk
hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman
negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif
akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif
pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan
kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu
anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk
bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau
secara halus, dan seterusnya.
Membekali seseorang dengan fasilitas
yang memadai dengan memberikan batasan dan arahan hal-hal mana saja yang baik
untuk ditiru dan diikuti dan juga hal mana saja yang tidak patut untuk diserap.
4
Pada dasarnya di dunia yang sudah
memasuki era globalisasi ini, sangat banyak sekali hal-hal yang masuk dan
keluar dari dalam negri maupun luar negri. Hal-hal tersebut tentunya bukan
sepenuhnya hal-hal yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai generasi
muda yang baik, haruslah pandai-pandai dalam memilah dan memilih hal yang perlu
diterima dan ditolak dari pribadi sendiri. Kebebasan komunikasi yang sedang
dialami pada bangsa ini tentunya banyak membawa dampak positif yang menguntungkan
bagi Indonesia seperti mendapat banyak mendapatkan informasi dari berbagai Negara
yang dapat membantu meningkatkan wawasan serta pengetahuan bagi yang
menerimanya, namun disamping hal-hal yang menguntungkan tersebut, banyak pula
hal-hal yang membawa pengaruh negative ataupun hal yang dapat merugikan baik
untuk tiap-tiap pribadi maupun untuk sekelompok orang. Maka dari itu,
pendidikan karakter sangatlah diperlukan bagi setiap masing-masing pribadi yang
menghadapi kebebasan komunikasi di era globalisasi ini.
2.3 Pendidikan Karakter Untuk Membangun
Keberadaban Bangsa.
Dunia pendidikan diharapkan sebagai
motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota
masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis
dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi
kesepakatan bersama. Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa
perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang
mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita
banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini
dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu. Melalui pertukaran
pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para Pemimpin Bangsa
itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga
perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka.
Karena itu pendidikan karakter harus
digali oleh masing-masing pribadi. Dari mana memulai dibelajarkannya
nilai-nilai karakter bangsa, dari pendidikan informal, dan secara pararel
berlanjut pada pendidikan formal dan nonformal.
5
Tantangan
saat ini dan ke depan bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter
sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Oleh karena itu kebijakan dan implementasi
pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam
rangka membangun bangsa ini. Hal ini tentunya juga menuntut adanya dukungan
yang kondusif dari pranata politik, sosial,
dan,budaya bangsa.
“Pendidikan
Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa” adalah kearifan dari keaneragaman
nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika
seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat
realitas plural yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakan pada
posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras,
suku dan keagamaan. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas
implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol
atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa
Indonesia.
2.4
Pendidikan Karakter yang Berhasil.
Keberhasilan program pendidikan
karakter dapat diketahui melalui :
Mengamalkan
ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
Memahami
kekurangan dan kelebihan dirisendiri.
Mematuhi
aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
Menghargai
keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup
nasional.
Menunjukkan
sikap percaya diri.
Mencari
dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara
logis, kritis,dankreatif.
Menunjukkan
kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
6
Menunjukkan
kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Menunjukkan
kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Mendeskripsikan
gejala alam dan social.
Memanfaatkan
lingkungan secara bertanggungjawab.
Menerapkan
nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
demi terwujudnya persatuan dalam Negara kesatuan Republik Indonesia.
Menghargai
karyaseni dan budayanasional.
Menghargai
tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.
Menerapkan
hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
Berkomunikasi
dan berinteraksi secara efektif dansantun.
Memahami
hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; Menghargai
adanyaperbedaanpendapat.
Menunjukkan
kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.
Menunjukkan
keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa
IndonesiadanbahasaInggrissederhana.
Menguasai
pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.
Menunjukkan
sikap percaya diri.
Pada tataran sosial, kriteria
pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sosial, yaitu perilaku,
tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua
masyarakat.
7
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas penulis
dapat menyimpulkan beberapa kategori yaitu:
Pendidikan
karakter bertujuan untuk membekali dan memberikan pribadi seseorang tentang apa
saja yang harus dilakukan dan tidak ddalam menghadapi kerasnya kehidupan di era
yang modern ini. Sehingga setiap pribadi berkemungkinan mampu dan mampu
bertahan dengan baik dalam era globalisasi ini.
Bila
pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau
masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan. Dan
bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya akan
sangat besar bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari
negara-negara lain.
3.2 Saran
Pentingnya
pendidikan karakter bukanhanya menjadi tanggung jawab para petinggi pendidik
dan pemerintah, tapi juga merupakan tanggung jawab setiap pribadi bangsa
Indonesia. Kerja sama antara penyedia pembangun pendidikan karakter dengan
pribadi masing-masing akan sangat membantu dalam majunya bangsa Indonesia.
Maka
dari itu, pentingnya kesadaran diri sendiri sangat dibutuhkan dalam membangun
generasi bangsa yang berkarakter.
8
DAFTAR
PUSTAKA
9

No comments:
Post a Comment